MARI BERSAMA KAMI

DALAM GERAKAN PERUBAHAN DAN PEMBARUAN


Blog ini merupakan media informasi diri resmi dari
Hary Efendi Iskandar

Breaking News

Tuesday, August 19, 2014

Hary Efendi Iskandar: Orang Minang Jangan A-Historis

Metrotvnews.com, Padang: Pemerintah Kota Padang merencanakan menjadikan mantan presiden Soeharto sebagai nama jalan di kawasan perkantoran pemerintahan yang baru di jalan by pass, Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah.
 

Meski baru wacana, namun nama Soeharto itu telah digoreskan pada master plan kawasan perkantoran baru di Aie Pacah. Bahkan, Wali Kota Padang Fauzi Bahar telah mempresentasikannya kepada Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), saat yang bersangkutan berkunjung ke Pasie Jambak untuk menjajaki investasi di sana.
 

"Usulan pemko itu baru sekedar wacana. Penetapannya tentu di DPRD Padang," ujar Kabag Humas Pemko Padang Suardi, Selasa (22/1).
 

Dia menambahkan, wacana Soeharto dijadikan nama jalan di area strategis itu tak berkaitan dengan memuluskan langkah Tommy Soeharto untuk mau berinvestasi di Padang. "Nama jalan ya nama jalan. Kalau investasi ya investasi," katanya.
 

Wacana Soeharto untuk dijadikan nama jalan protokol di Padang ini sontak menuai kecaman dari kalangan aktivis 98 maupun elemen yang merasakan otoriter rezim Soeharto.
 

Kecaman itu tak hanya mengalir deras melalui jejaring sosial, tapi juga menguap dalam diskusi di warung-warung kopi.
 

Dosen Ilmu Sejarah Unand sekaligus mantan aktivis 98 Hary Efendi Iskandar mengatakan memakai nama tokoh untuk dijadikan nama jalan apalagi jalan protokol mesti dipikirkan secara matang.
 

Menurutnya, pemko mesti memahami dulu soal Soeharto sudah dianggap layak sebagai pahlawan nasional untuk bisa disematkan sebagai nama jalan.
"Dalam konteks ketokohan siapa yang tidak tahu Soeharto? Namun untuk urusan dia diangkat menjadi pahlawan, memunculkan polemik hingga hari ini," jelasnya.
 

Menurutnya, kawasan perkantoran baru pemko Padang di Aie Pacah merupakan jalan strategis. Karenanya, sosok yang pantas diabadikan sebagai nama jalan mestinya lepas dari polemik sejarah. "Sosok itu mesti clear dan clean (bersih)," ucapnya.
 

Terkait wacana Soeharto sebagai nama jalan ini, Ajo, panggilan akrabnya, mencurigai sebagai strategi pemko untuk melunakkan atau membujuk keluarga Cendana untuk berinvestasi di Padang.
 

Padahal, sambungnya, Sumatra Barat atau Minangkabau diberkahi tokoh-tokoh nasional dan pahlawan yang begitu melimpah. Bahkan banyak tokoh asal Minang yang memainkan peran dalam kemerdekaan Indonesia dan punya nama mendunia.

Mereka antara lain Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, M. Natsir, Buya Hamka, Agus Salim, M. Yamin, Rasuna Said, dan Rohana Kudus.
"Sebuah nama jalan itu sikap politik dan itu perlu dirembukkan. Kita mengakui Soeharto sebagai Presiden, tapi dalam konteks namanya diabadikan, saya menolak dengan tegas karena banyak dosa di masa lampau," tandas Ajo. (YH/OL-5)


http://microsite.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/23/6/125269/Padang-Rencanakan-Soeharto-sebagai-Nama-Jalan

No comments:

Post a Comment

Mohon tidak memberi komentar yang sarat pelanggaran SARA. Terima kasih.

Designed By